Intoleransi Dan Radikalisme Dalam Keistimewaan Budaya Yogyakarta

Authors

  • Dwinanta Nugroho Author
  • Hani Subagio Author

Keywords:

Intoleransi, Radikalisme, Keistimewaan Yogyakarta

Abstract

Pembahasan mengenai isu intoleransi dan radikalisme di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan fokus pada kompleksitas fenomena ini dalam konteks budaya, interaksi sosial, dan globalisasi. Isu ini relevan dan muncul seiring pertumbuhan penduduk pendatang di DIY. Untuk mengatasi isu intoleransi dan radikalisme, diperlukan pendekatan proaktif. Ini mencakup pendidikan budaya yang menghargai nilai-nilai budaya lokal dan pentingnya toleransi. Dialog antar kelompok masyarakat dengan latar belakang budaya yang berbeda harus didorong untuk membangun pemahaman bersama. Selain itu, media harus merespons isu-isu ini secara bertanggung jawab, dan kelompok-kelompok yang mungkin memiliki pandangan radikal perlu dipantau. Dalam hal ini, DIY perlu mengadopsi pendekatan yang proaktif dan terencana. Pendidikan budaya yang menekankan nilai-nilai budaya lokal dan pentingnya toleransi harus ditingkatkan. Dialog antar kelompok masyarakat dengan latar belakang budaya yang berbeda harus diinisiasi dan didukung. Respons media yang bertanggung jawab sangat penting dalam meredakan konflik budaya dan mempromosikan toleransi. Selain itu, pengawasan dan pemantauan terhadap kelompok-kelompok yang mungkin memiliki pandangan radikal juga diperlukan untuk mencegah potensi ancaman. Kebijakan inklusif yang melindungi hak-hak semua warga, tanpa memandang asal-usul mereka, merupakan salah satu langkah penting dalam menciptakan masyarakat yang harmonis. Hal ini adalah kunci dalam menciptakan masyarakat yang harmonis. DIY memiliki kekayaan budaya unik yang dapat menjadi dasar untuk mempromosikan toleransi dan inklusivitas.

References

Smith, M. B. (2009). Fighting Words: Explaining Partisan Intolerance. John Hopkins University Press.

McCauley, C., & Moskalenko, S. (2011). Friction: How Radicalization Happens to Them and Us. Oxford University Press.

Koenraad, K. (2012). The Securitization of Islam: A Vicious Circle: Counter-Terrorism and the Mobilization of Support for Radical Islam. International Journal of Conflict and Violence, 6(1), 152-169.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (Edisi Keempat). Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. 2008.

Appadurai, A. (1996). Modernity at Large: Cultural Dimensions of Globalization. University of Minnesota Press.

Barber, B. R. (1996). Jihad vs. McWorld: How Globalism and Tribalism Are Reshaping the World. Ballantine Books.

Geertz, Clifford. (1973). "The Interpretation of Cultures." Basic Books.

Huntington, Samuel P. (1996). "The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order." Simon & Schuster.

Appadurai, Arjun. (1996). "Modernity at Large: Cultural Dimensions of Globalization." University of Minnesota Press.

Barber, Benjamin R. (1996). "Jihad vs. McWorld: How Globalism and Tribalism Are Reshaping the World." Ballantine Books.

Pemberton, John. (2007). "Interlacing Worlds: Cultural Production and the Globalizing of Southeast Asian Art." National University of Singapore Press.

Smith, Anthony D. (1991). "National Identity and the Idea of European Unity." International Affairs, 67(3), 395-312.

Giddens, Anthony. (1990). "The Consequences of Modernity." Stanford University Press.

Castells, Manuel. (1997). "The Power of Identity." Blackwell.

Taylor, Charles. (1992). "Multiculturalism and the Politics of Recognition." Princeton University Press.

Hall, Stuart. (1997). "Representation: Cultural Representations and Signifying Practices." Sage.

Published

2025-06-30

How to Cite

Intoleransi Dan Radikalisme Dalam Keistimewaan Budaya Yogyakarta. (2025). Mimbar Administrasi Publik, 1(01), 35-42. https://ejurnal-map.prodiap.ugk.ac.id/index.php/map/article/view/6